Selain NikahSirri.com, 3 Lagi Alasan Menikah yang Kurang Tepat

Selain NikahSirri.com, 3 Lagi Alasan Menikah yang Kurang Tepat

Umumnya orang menikah dengan argumen yang tidak sama. Dari hasrat menikah karna telah lama sendiri, terasa kesepian serta memerlukan rekan, menginginkan kehidupan lebih terjamin, sampai hasrat untuk selekasnya menggendong bayi. Tetapi, sesudah menikah beberapa orang malah menyesali ketentuan itu. Ini karena mereka menikah karna argumen yang salah. Lantas bagaimana caranya meyakinkan apakah pilihan seorang untuk menikah dengan calon pasangannya yaitu ketentuan yang pas? Apakah argumen menikah yang salah dapat buat kehidupan rumah tangga jadi tidak serasi di masa datang? Dapatkan jawabannya disini.

Menikah yaitu satu ketentuan besar, perlu pertimbangan yang matang

Menikah mungkin saja prosesi terindah yang juga akan dikenang seumur hidup. Untuk sebagian orang, menikah yaitu gerbang paling utama menuju kehidupan yang betul-betul baru.

3 Lagi Alasan Menikah yang Kurang TepatNyatanya, pernikahan juga mungkin saja yaitu gerbang menuju beragam keadaan kesehatan yang baru. Pernikahan memanglah dapat dibuktikan dapat memberi beragam faedah. Tetapi, pernikahan tidak sehat dapat dibuktikan membawa orang yang merasakannya terserang beragam penyakit.

Satu studi th. 2005 yang diambil dari WebMD menunjukkan kalau pernikahan yg tidak memuaskan untuk pasangannya, tingkatkan tingkat stres serta jadi memperburuk kesehatan. Studi beda yang diambil dari sumber yang sama mengatakan kalau beberapa orang dengan hubungan yg tidak bahagia berisiko terserang penyakit jantung.

Memanglah, studi diatas tidak menunjukkan dengan mutlak kalau pernikahan yang terbaik juga akan buat Kamu sehat serta demikian sebaliknya, pernikahan yang jelek juga akan buat Kamu sakit. Tetapi, pada dasarnya pernikahan yang jelek tidak terbaik untuk Kamu.

Sesungguhnya, Kamu dapat menghindar hubungan pernikahan yg tidak sehat ini mulai sejak awal. Mencegah dapat dikerjakan mulai sejak Kamu baru berfikir untuk juga akan menikah. Argumen menikah yg tidak pas mungkin saja juga akan buat hubungan pernikahan Kamu ke depan jadi tidak sehat atau tidak serasi.

Percaya Kamu ingin mengikat janji seumur hidup karna sebagian argumen ini?

Sebelumnya menikah, terdapat banyak pertimbangan yang umum dipikirkan oleh tiap-tiap pasangan. Pastinya ada beragam keinginan serta fantasi yang berkembang yang terjadi dari hubungan yang tengah ditempuh sebelumnya menikah. Keinginan itu seringkali jadikan pertimbangan yang paling berat untuk putuskan menikah atau tidak.

Umpamanya saja, ‘Walaupun baru kenal, kami terasa telah sama-sama mengetahui mulai sejak lama sekali, ‘ atau, ‘Aku tentu akan hidup bahagia dengannya selama-lamanya, ‘.

Nyatanya, sebagian keinginan itu belum juga pasti jadi argumen menikah yang cukup kuat. Pasalnya, pemikiran sesuai sama itu keluar karena kesibukan hormon pada otak yang buat Kamu terasa nyaman untuk sesaat. Tetapi, di masa datang sesudah sekian waktu melakukan pernikahan, Kamu mungkin saja juga akan memiliki sebagian fakta beda yang berlainan dari apa yang Kamu mimpikan dimuka. Dengan kata beda, sebagian argumen diatas yaitu argumen yg tidak pas untuk mulai pernikahan.

Shauna H Springer Ph. D., seseorang psikolog dari VA Northern California Relationship Seminar Series yang memahami gosip pernikahan, menyampaikan gagasannya berkaitan argumen untuk menikah di Psychology Today. Menurut Shauna, ada tiga argumen yang kurang pas untuk menikah. Lebih detilnya, simak ke-3 argumen itu berikut ini.

1. Menikah karna cemas

‘Semua rekan-rekan SD, SMP, serta SMA telah melepas masa lajangnya. Masa saya belum juga? ‘ Seringkali berfikiran begini? Atau Kamu sempat memperhitungkan hal semacam ini, ‘Dia hadir ke saya serta segera bicara, terang ini peluang emas. Bila tidak saya terima saat ini, saya tidak percaya juga akan ada peluang beda nanti. ‘

Pernyataan-pernyataan diatas dilKamusi oleh rasa takut serta kuatir. Kamu mungkin saja ketakutan kalau bila tidak selekasnya menikah, jadi Kamu juga akan ketinggal dari beberapa orang serta akan tidak berhasil dalam kehidupan. Atau Kamu yakin kalau dengan menikah, perasaan ketakutan itu juga akan hilang selekasnya.

Beberapa orang yang mempunyai argumen diatas, mungkin saja begitu yakin kalau pasangan yang juga akan dinikahinya adalah ‘obat’ untuk ketakutan-ketakutan Kamu. Tetapi, saat perasaan takut itu nyatanya tidak hilang, otak juga akan menyebutkan kalau ‘obat’ Kamu tidak mujarab. Efeknya mungkin saja yaitu usia pernikahan yang cuma seumur jagung.

2. Menikah karna terasa ada yang kurang dari hidup atau diri Kamu sendiri

‘Dia cinta mati sama saya serta dia juga akan senantiasa buat saya terasa khusus. ‘ Apakah kalimat ini melukiskan perasaan Kamu pada pasangan? Atau Kamu menginginkan bergegas menikah karna Kamu perlu jaminan kalau ada orang yang ingin dengan Kamu?

Apabila Kamu menginginkan menikah karna sebagian argumen itu, mungkin saja Kamu yaitu orang yang kurang yakin diri. Kamu mengharapkan kalau dengan menikah, Kamu dapat isi satu kekosongan dalam diri Kamu. Kamu yakin kalau hanya satu hal yang dapat buat Kamu cukup bernilai di mata orang yang lain atau di mata Kamu sendiri yaitu status jadi suami atau istri seorang.

Walau sebenarnya, belum juga pasti calon pasangan Kamu yaitu orang yang pas buat Kamu. Dapat pula dalam hati sesungguhnya Kamu belum juga siap memiliki komitmen penuh dengan orang yang lain, namun Kamu tidak kuasa menahan keinginan untuk selekasnya menikah.

3. Menikah agar hidup jadi lebih mudah

Kenapa Kamu menginginkan menikah? Agar ada orang yang juga akan membelikan rumah atau menolong Kamu mencicil KPR? Atau agar ada orang yang juga akan memasak buat Kamu sehari-hari? Atau karna Kamu telah capek bolak-balik mencari pasangan tanpa ada kepastian? Dapat pula karna cuma dengan menikah, Kamu dapat lakukan beberapa hal yang sepatutnya dikerjakan sepasang suami istri.

Beragam argumen menikah diatas dimaksud dengan argumen pragmatis. Apabila Kamu termasuk juga orang yang pragmatis, jadi sederhananya Kamu menikah dengan pasangan karenanya untungkan buat Kamu.

Janganlah salah kaprah. Boleh-boleh saja, kok, bila Kamu menikah karna miliki keperluan spesifik yang perlu dipenuhi. Tetapi, argumen menikah sesuai sama itu tidak sehat apabila Kamu jadi meremehkan beberapa aspek perlu yang lain dalam memutuskan menikah. Umpamanya Kamu sesungguhnya belum juga demikian mengetahui sifat-sifat calon pasangan atau keluarganya dengan mendalam.

Seringkali pasangan yang menikah karna sebagian argumen pragmatis itu pada akhirnya terasa tidak senang dengan pernikahannya. Pasalnya, di tengahnya pernikahan, Kamu mungkin saja baru mengerti kalau hubungan yang sehat itu bukan hanya masalah masakan yang enak atau rumah elegan saja. Kamu mesti dapat menjadikan satu dua pribadi yang berlainan serta hal semacam ini memanglah tidak gampang.

 

Bagaimana bila saya telah terlanjur menikah karna argumen yang salah?

Buat orang yang sekarang ini tengah alami problem rumah tangga, memanglah gampang untuk terasa putus harapan. Apapun argumen menikah Kamu dahulu, sekarang ini ibaratnya nasi sudah jadi bubur. Tetapi, bukanlah bermakna hubungan pernikahan Kamu telah tidak dapat diselamatkan sekali lagi. Masih tetap terdapat beberapa hal yang dapat Kamu upayakan untuk melakukan perbaikan kekeliruan pada saat lantas serta masa saat ini, untuk masa depan yang lebih terbaik.

  • Janganlah meremehkan stres yang Kamu alami. Cobalah mencari langkah untuk mengatasinya. Menangani stres dengan pasti lebih enteng dibanding dengan mengatasinya sendiri.
  • Terbuka masalah perasaan Kamu. Coba untuk bicara dengan terbaik mengenai apa yang tengah Kamu rasakan. Walau itu yaitu fakta yang cukup pahit, umpamanya Kamu terasa jemu dengan pasangan.
  • Memendam perasaan yang tengah Kamu rasakan dari pasangan Kamu akan tidak merampungkan masalah yang ada.
  • Dengarkan dengan terbaik curhatan pasangan. Bila pasangan Kamu tengah menceritakan tentang beragam hal, coba untuk dengarkan serta tanggapilah dengan terbaik. Sikap cuek pasti tidak disenangi oleh pasangan.
  • Berhenti sama-sama menyalahkan. Problem pada hubungan pernikahan mungkin saja berkesan selalu keluar tanpa ada henti. Fokuslah pada penyelesaian serta jauhi sama-sama menyalahkan keduanya.
  • Sama-sama menghormati. Saat tengah putus harapan, Kamu mungkin saja jadi berfikiran negatif selalu. Nah, saat ini coba untuk lihat lebih cermat beragam peranan perlu pasangan dalam kehidupan Kamu. Hargai pasangan Kamu karna perannya itu. Karenanya, beberapa hal kecil yang dikerjakan pasangan seperti memasak atau menyetir jangan pernah Kamu remehkan.
  • Biarlah saat yang menyembuhkan. Tidak semuanya perkataaan atau perbuatan menyebalkan dari pasangan mesti Kamu tanggapi dengan serius, bahkan juga diungkit-ungkit. Ada beragam problem beda yang pasti semakin besar, yang mungkin saja keluar ke depan. Kadang-kadang, biarlah Kamu lupa dengan sendirinya.
  • Dasarnya, janganlah kalah oleh emosi atau ego Kamu sendiri.

Leave a Reply