Informasi Tes dan Syarat masuk Universitas Kedokteran

Banyak yang mempertanyakan apakah terdapat syarat masuk universitas kedokteran yang khusus yang ingin diketahui para calon pendaftar mahasiswa baru pada jurusan atau fakultas kedokteran yang dikenal sebagai jurusan dengan masa depan terjamin dan penghasilan yang sangat besar.

syarat masuk universitas kedokteran, persyaratan masuk universitas kedokteran, tes kesehatan kedokteran, syarat menjadi dokter, syarat jadi dokter

Syarat masuk universitas kedokteran

Menjadi seorang dokter tidaklah bisa asal-asalan. Sebelum mendaftarkan diri pada jurusan kedokteran di perguruan tinggi pun terdapat beberapa persyaratan seperti tes kesehatan kedokteran dan tes kemampuan akademik serta biaya sekolah kedokteran yang tidak sedikit. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

1. Tes kemampuan akademik untuk masuk jurusan kedokteran

Tes kemampuan akademik merupakan salah satu persyaratan masuk universitas kedokteran yang harus dijalani dengan fokus dan konsentrasi tinggi mata pelajaran yang menjadi materi tes memang biasanya berbeda-beda. Perbedaan mata pelajaran pada materi tes tergantung pada jalur yang dipilih ketika mendaftar kuliah kedokteran. Apabila pendaftaran dilakukan melalui jalur snmotn amaka mata pelajaran yang akan keluar dalam tes antara lain fisika, kimia, bahasa indonesia, bahasa inggris, biologi, matematika murni, matematika IPA, dan tes potensi akademik atau TPA. Walau demikian menurut yang sudah-sudah struktru tes tertulis masuk universitas kedokteran hampir sama termasuk cakupan mata pelajaran yang keluar.

Baca juga disini Universitas Fakultas Kedokteran Termurah Di Indonesia

2. Tes kesehatan untuk masuk fakultas kedokteran

Tes selanjutnya harus dilalui oleh para pendaftar jurusan kedokteran adalah tes kesehatan. Seperti pendaftaran pada sekolah atau perguruan tinggi kedinasan, tes kesehatan dapat menujukkan kondisi kesehatan secara keseluruhan para pendaftar atau calon mahasiswa kedokteran. Tes kesehatan dilakukan dengan bekerjasama dengan para medis profesional dan dilakukan secara bertahap. Tes kesehatan yang akan dilakukan antara lain tes buta warna atau tidak. karena dokter selalu berhubungan dengan warna dalam menjalankan tugasnya jadi, para calon dokter harus bebas dari yang namanya buta warna. Kemudian juga akan dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah calon mahasiswa merupakan pengguna atau pecandu napza atau bukan. Apabila positif narkoba, akan diadakan tes pengulangan lagi karena tes ini memang riskan dengan hasil posiif palsu. Namun jika di tes kedua atau ketiga memang dinyatakan positif, maka dapat dipastikan tidak akan diterima menjadi mahasiswa kedokteran. Contoh pemeriksaan kesehatan lainnya antara lain kesehatan gigi dan telinga, pengukuran berat dan tinggi badan serta hammer reflex .

3. Keterkaitan hasil ujian sekolah dengan persyaratan

Dalam mendaftar kuliah kedokteran, ternyata nilai ujian sekolah atau ujian nasional yang anda peroleh dalam kelulusan sekolah menengah atas tidak berpengaruh terhadap hasil kedua tes di atas yan akan menentukan diterima atau tidaknya anda berkuliah di jurusan kedokteran. Jadi, dapat dikatakan bahwa nilai ujian sekolah atau ujian nasional bukanlah syarat menjadi dokter. Ada banyak yang bernilai pas-pasan dalam ujian sekolah atau ujian nasional berhasil masuk menjadi mahasiswa kedokteran dan akhirnya berhasil menjadi dokter yang profesional.

Baca juga: Fakultas Kedokteran Swasta Akreditasi A

Jangan kubur cita-cita anda untuk memiliki profesi yang sangat mulia dan bersentuhan langsung dengan sesama yakni menjadi seorang dokter. Lengkapi syarat masuk universitas kedokteran dan persiapkan diri secara matang adalah kunci utamanya.

Leave a Reply